Rabu, 15 Agustus 2012

Bagian III – POLA PERJANJIAN BARU


Pemikiran Permata
Para pengikut Kristus telah ditebus untuk pelayanan.  Tuhan kita mengajarkan bahwa tujuan hidup yang benar ialah pelayanan penginjilan.  Kristus sendiri seorang pekerja, dan kepada semua pengikutNya Dia memberikan aturan pelayanan-pelayanan kepada Allah dan kepada sesama manusia.  Di sini Kristus telah memperkenalkan ke dunia ini konsep yang lebih tinggi dari apa yang pernah mereka ketahui.  Hidup sambil melayani orang lain, orang dibawa memasuki hubungan dengan Kristus.  Aturan pelayanan menjadi mata rantai yang menghubungkan dan mengikat kita kepada Allah dan sesama manusia.

Kepada para hambaNya Kristus menyerahkan “hartaNya”.  Dia memberikan kepada setiap orang sesuai pekerjaanNya.  Masing-masing bekerja dalam kerja sama dengan  Kristus bagi keselamatan jiwa-jiwa. Tidak ada yang lebih pasti dari tempat yang sudah disediakan untuk kita dalam rumah-rumah mewah di sorga, dari pada tempat khusus ditujukan di dunia dimana kita harus bekerja bagi Allah.  COL 326,327.

Pasal Enam
TELADAN KITA DALAM PENGINJILAN SEJAHTERA

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.  Markus 10:45.

Kristus Berdiri Di Depan Kita Selaku Juri Teladan Agung.
Buatlah teladan Kristus sebagai percontohan pekerjaanmu.  Senantiasa Ia berkeliling melakukan kebaikan, memberi makan orang lapar dan menyembuhkan orang sakit.  Tidak ada yang kecewa orang yang datang padaNya demi rasa simpati.  Ketua Mahkamah Agung sorga, Dia menjadi daging dan tinggal bersama-sama kita, dan pekerjaan hidupNya menjadi contoh pekerjaan yang kita harus lakukan.  KasihNya yang lembut dan penuh kasih sayang mencela sifat kita yang mementingkan diri dan hati kosong.  Manuscript 55, 1901.

Kristus berdiri di atas umat manusia dalam pakaian manusia.  Penuh dengan rasa kasihan dan cinta adalah tujuanNya agar orang yang paling miskin tidak merasa takut menghampiriNya.  Dia baik hati bagi semua, mudah didekati orang yang paling hina.  Dia pergi dari rumah ke rumah, menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, menghibur yang berduka, menyejukkan hati yang menderita, berbicara damai kepada orang yang tertekan,…Dia rela merendahkan diri sendiri, menyangkal diri sendiri.  Dia tidak berusaha membedakan diriNya.  Dia adalah hamba semua orang.  Adalah makanan dan minumanNya menjadi penghiburan dan pelipur lara bagi orang lain, membesarkan hati yang bersedih dan yang berbeban berat yang dihubungiNya setiap hari.

Kristus berdiri di hadapan kita sebagai Teladan, Missionaris medis yang agung, satu contoh bagi semua yang harus datang.  KasihNya, murni dan kudus, memberkati semua yang datang ke dalam lingkungan pengaruhNya.  tabiatNya sempurna sama sekali, bebas dari noda dosa yang paling kecil sekalipun.  Dia datang sebagai satu pernyataan kasih Allah yang sempurna, bukan untuk meremukkan, bukan untuk menghakimi atau mempersalahkan, tetapi untuk menyembuhkan setiap tabiat yang lemah dan bercacat, menyelamatkan laki-laki dan perempuan dari kuasa Setan.  Dia adalah Pencipta, Penebus dan Penopang umat manusia.  Dia mengundang semua orang “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.” Matius 11: 28-30.

Kalau begitu, contoh yang bagaimana harus kira berikan ke dunia ini? Kita melakukan pekerjaan yang sama dengan pekerjaan yang dilakukan Missionaris medis demi kita.  Kita mengikuti jejak pengorbanan pribadi yang telah dijalani Kristus.  Special Testimonies, Series B, no. 8, pp 31, 32.

Kristus Tersentuh Dengan Perasaan Kasihan.
Bilamana Yesus memandang yang berkumpul di sekelilingNya, “Dia tergerak dengan belas kasihan atas mereka, karena mereka pusing, dan tercerai berai seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.  “Kristus melihat penyakit, dukacita, kebutuhan dan kemerosotan orang banyak yang menjejali langkah-langkahNya.  KepadaNya dihadapkan kebutuhan dan kesengsaraan umat manusia di seluruh dunia, di antara yang tinggi dan rendah, yang paling terhormat dan yang paling direndahkan, Dia memperhatikan jiwa-jiwa yang rindu akan berkat yang akan dicurahkanNya….

Sekarang ini tetap ada kebutuhan yang sama.  Dunia ini membutuhkan para pekerja yang mau bekerja seperti Kristus melayani orang berdosa yang sedang menderita.  Sesungguhnya sejumlah besar akan dijangkau.  Dunia penuh dengan penyakit, penderitaan, kesukaran dan dosa.  Dunia penuh dengan mereka yang perlu dilayani, yang lemah, yang tak berdaya, yang dungu dan yang hina.  6T 254.

Model Yang Harus Kita Tiru.
Roh Missionari yang sejati ialah Roh Kristus.  Penebus dunia adalah model missionari yang agung.  Banyak di antara pengikutNya telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan tidak mementingkan diri sendiri dalam perkara keselamatan umat manusia; tapi tak ada usaha manusia yang dapat dibandingkan dengan pengorbanan yang tidak mementingkan diri dengan penyangkalan diri, kebajikan, dari Juri Tauladan kita.

Kasih yang telah ditunjukkan Kristus kepada kita tanpa persamaan.  Betapa sungguh-sungguh Ia bekerja.  Betapa sering Ia sendirian berdoa dengan sungguh, di lereng bukit, atau di taman yang sunyi, mencurahkan permohonanNya dengan air mata sambil berteriak keras-keras.  Betapa tekun Ia mendesak permohonanNya demi orang-orang berdosa! Bahkan di kayu palang Dia melupakan penderitaanNya.  Betapa dingin kasih kita, betapa lemah keinginan kita apabila dibandingkan dengan kasih dan keinginan yang ditunjukkan oleh Juruselamat kita! Yesus memberikan diriNya sendiri untuk menyelamatkan bangsa kita, betapa cepat kita memaafkan diri agar tidak menyerahkan segala sesuatu bagi Yesus.  Juruselamat kita menyerah kepada pekerjaan yang melelahkan, celaan dan penderitaan.  Dia ditolak, diejek, dicemoohkan, sementara melakukan pekerjaan untuk mana Dia datang ke dunia untuk melaksanakannya.

Saudara-saudari, apakah anda bertanya: Model apa yang kami ikuti? Saya tidak mengarahkan anda kepada orang-orang besar dan baik, tetapi kepada Penebus dunia.  Kalau kita memiliki roh missionari sejati, kita pasti diimbasi oleh kasih Kristus; kita harus memandang pada Pencipta dan Penyempurna iman kita, menyelami tabiatNya memetik roh kelembutan dan kerendahan hatiNya, dan mengikuti jejak kakiNya.

Banyak orang menyangka bahwa roh missionari adalah karunia khusus atau pemberian yang diserahkan kepada para pendeta dan sebagian anggota gereja dan semua yang lainnya menjadi penonton saja.  Tidak ada di sana kesalahan yang lebih besar.  Setiap orang Kristen yang benar akan memiliki roh missionari, karena menjadi seorang Kristen harus menjadi seperti Kristus.  Tak ada orang yang hidup untuk dirinya sendiri, dan “jikalau ada orang yang tidak memiliki Roh Kristus, dia bukanlah milikNya.”  Setiap orang yang telah mencicipi kuasa dunia yang akan datang, apakah dia masih muda atau sudah tua, terpelajar atau buta-huruf, akan diguncang dengan roh yang menggiatkan Kristus.  Gerak yang pertama dari hati yang sudah diperbaharui ialah membawa orang lain juga kepada Kristus Juruselamat.  Mereka yang tidak memiliki keinginan ini meyakinkan bahwa mereka sudah kehilangan cinta pertama; mereka harus memeriksa hati dengan teliti dalam terang Firman Allah, dan dengan sungguh-sungguh mencari baptisan segar dari Roh Kristus; mereka harus berdoa untuk pemahaman yang lebih dalam tentang kasih yang dinyatakan bagi kita dalam meninggalkan bidang kemuliaan dan datang ke dunia yang sudah berdosa untuk menyelamatkan orang-orang yang sedang binasa.  Sda, Vol. 5, 385, 386.

Tafsiran Kristus Tentang Injil.
Komisi Ilahi tidak memerlukan reformasi.  Cara Kristus memperkenalkan kebenaran tak dapat diperbaiki.  Juruselamat memberikan pelajaran praktis kepada murid-murid, mengajar mereka bagaimana cara kerja begitu rupa sebagaimana menggembirakan jiwa-jiwa dalam kebenaran.  Ia merasa kasihan terhadap orang lelah, yang berbeban berat dan yang tertindas.  Dia memberi makan orang lapar dan menyembuhkan orang sakit.  Senantiasa Dia berkeliling melakukan kebaikan.  Dengan baik Dia melaksanakannya, dengan kata-kataNya yang lemah lembut dan perbuatanNya yang baik, Dia menafsirkan injil kepada manusia.

Singkat sebagaimana masa penginjilanNya kepada umum, Dia melaksanakan tugas untuk mana Dia datang.  Betapa mengesankan kebenaran yang Ia ajarkan.  Betapa lengkap pekerjaan dalam hidupNya! Makanan rohani yang sehari-hari Ia bagikan sementara Dia menyajikan roti hidup bagi ribuan jiwa-jiwa yang lapar! HidupNya adalah pekabaran firman yang hidup.  Dia tidak menjanjikan sesuatu yang Ia tidak lakukan.

Kata-kata dalam hidupNya diucapkan begitu sederhana sehingga seorang anak dapat memahaminya.  Laki-laki dewasa, perempuan dewasa dan anak-anak begitu terkesan dengan caraNya menerangkan Alkitab sehingga mudah menangkap nada suaraNya, menempatkan penekanan yang sama dalam kata-kata mereka, dan meniru gerak tanganNya, dan berusaha meniru gerakanNya yang lemah lembut dengan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sebagaimana kita menelusuri aliran sungai di garis hijau yang dihasilkannya, begitulah Kristus terlihat dalam perlakuan kemurahan yang menandai jejakNya setiap langkah.  Kemana saja Ia pergi kesehatan melonjak dan kegembiraan mengikuti kemana saja Ia berlalu.  Yang buta dan tuli bersorak sorai dalam kehadiranNya.  Kata-kataNya membuka sumber air hidup bagi orang-orang dungu.  Dia membagikan berkat yang limpah senantiasa.  Itulah harta yang tersimpan untuk kekekalan, diberikan dalam Kristus, pemberian kekayaan Kristus kepada manusia.

Pekerjaan Kristus bagi manusia belum selesai.  Masih berlangsung sekarang ini.  Begitu juga para dutaNya mengkhotbahkan injil dan membuka tabir kasihNya yang berbelaskasihan bagi jiwa-jiwa yang hilang dan sedang sekarat.  Dengan keinginan yang tidak mementingkan diri sendiri atas mereka yang memerlukan pertolongan, mereka menunjukkan demonstrasi kebenaran injil.  Lebih banyak daripada hanya mengkhotbahkan itulah yang dimasukkan dalam  pekerjaan ini.  Melibatkan dunia dalam evangelisasi adalah pekerjaan yang diberikan Allah kepada mereka yang pergi dalam namaNya.  Mereka menjadi mitra kerja bagi Kristus, menyatakan kasih Kristus yang penuh kelembutan kepada mereka yang siap binasa.  Allah memanggil ribuan orang bekerja bagiNya, bukan berkhotbah bagi mereka yang mengenal kebenaran zaman ini, tetapi memberi amaran kepada mereka yang tidak pernah mendengar pekabaran terakhir tentang kemurahan.  Bekerjalah dengan hati yang penuh dengan kerinduan bagi jiwa-jiwa.  Lakukanlah pekerjaan missionari medis, dengan demikian anda bisa menyentuh hati manusia, dan jalan akan tersedia bagi proklamasi kebenaran yang pasti.

Siapakah mitra kerja Kristus dalam pekerjaan missionari medis yang mulia ini? Siapakah yang sudah belajar dari Guru dan mengetahui bagaimana caranya memperlakukan jiwa-jiwa untuk siapa Kristus telah mati? Oh, kita memerlukan begitu banyak tabib jiwa yang telah dididik dalam sekolah Kristus dan yang bisa bekerja dalam garis-garis haluan Kristus.  RH, Dec. 17, 1914.

Pasal Tujuh
PERLAWATAN - RENCANA PERJANJIAN BARU

Metode Kerja Kristus.
Dari metode kerja Kristus kita boleh mempelajari banyak pelajaran berharga.  Dia tidak mengikuti hanya satu metode; dalam pelbagai cara Dia berusaha menangkap perhatian orang banyak, agar Dia memproklamasikan kepada mereka semua kebenaran injil.
Pekerjaan Kristus yang terutama ialah melayani orang miskin, yang berkekurangan dan yang dungu.  Dengan sederhana Dia membukakan kepada mereka berkat-berkat yang mereka pantas terima, dengan demikian membangkitkan satu jiwa yang lapar akan roti hidup, Hidup Kristus adalah satu teladan bagi para pengikutNya.  Adalah tugas setiap orang yang sudah mempelajari pola hidup untuk mengajar orang lain apa artinya mempercayai Firman Allah.  Sekarang banyak orang berada dalam bayang-bayang maut yang perlu diajar dalam kebenaran injil.  Hampir seluruh dunia terbenam dalam kejahatan.  Namun, kita memegang kata-kata bagi mereka yang duduk dalam kegelapan.  RH, May 9, 1912.

Jangkauan Penginjilan Kristus Dari Rumah ke Rumah.
Juruselamat kita berkunjung dari rumah ke rumah, menyembuhkan orang sakit, menghibur yang berduka, menyejukkan hati orang yang berduka, membicarakan damai kepada yang berputus asa.  Dia menggendong anak-anak kecil dalam lenganNya dan memberkati mereka dan mengucapkan kata-kata pengharapan dan penghiburan kepada para ibu yang letih lesu.  Dengan kelemahlembutan yang tidak mundur dan dengan kehalusan budi, Dia menghadapi setiap bentuk kesusahan dan penderitaan.  Bukan untuk  DiriNya sendiri, tetapi Dia bekerja untuk orang lain.  Dia adalah hamba semua orang.  Adalah makanan dan minumanNya untuk membawa pengharapan dan kekuatan kepada semua orang yang berhubungan denganNya. GW 188.

Metode Kristus Membawa Sukses Sejati.
Metode Kristus sendiri akan memberikan kesuksesan sejati dalam menjangkau orang.  Juruselamat bergabung dengan orang banyak sebagai seorang yang menginginkan kebaikan mereka.  Dia menunjukkan rasa simpati terhadap mereka, melayani kebutuhan mereka, dan memenangkan kepercayaan mereka.  Lalu Dia suruh mereka, “Ikutlah Aku.” MH 143.

Inilah jalannya Gereja Kristen didirikan.  Mula-mula Kristus memilih sedikit orang dan menyuruh mereka supaya mengikutiNya.  Kemudian mereka mencari famili dan kenalan, dan membawa mereka kepada Kristus.  Beginilah caranya kita bekerja.  Beberapa jiwa dibawa dan dibangun di atas kebenaran akan menjadi pekerja bagi orang lain seperti murid-murid yang pertama.  RH, Dec. 8, 1885.

Contoh Ilahi Tentang Evangelisasi Peorangan.
Yesus datang dalam kontak pribadi dengan orang.  Dia tidak berdiri meninggikan diri dan terpisah dari mereka yang membutuhkan pertolonganNya.  Dia masuk ke rumah-rumah penduduk, menghibur yang berdukacita, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan semangat orang malas, dan berkeliling melakukan kebaikan. Jikalau kita mengikuti jejak Yesus, kita harus melakukan apa yang Ia telah lakukan.  Kita harus memberikan kepada orang-orang apa yang telah diberikanNya.  Sda, April 24, 1888.

Bukanlah khotbah itu yang paling penting; adalah pekerjaan dari rumah ke rumah, berbincang-bincang tentang Firman dan menerangkan Firman, adalah mereka para pekerja yang mengikuti metode yang diikuti Yesus yang akan memenangkan jiwa-jiwa sebagai upah mereka. GW 468.

Allah menginginkan agar firmanNya, yaitu Kemurahan, akan diterima setiap jiwa.  Untuk mencapai tingkat tinggi ini harus dilakukan sebagai pekerjaan perorangan.  Dia menghargai dengan setia akan seorang pendengar.  Melaui jiwa yang satu itu, sering pekabaran itu menyebar kepada ribuan orang.  COL 229.

Keduabelas Murid Diutus Dalam Pekerjaan Dari Rumah Ke Rumah.
Pada perjalanan yang pertama ini, murid-murid pergi hanya ke tempat di mana Yesus bersama mereka dan telah menjalin persahabatan…. Tidak ada sesuatu yang dibiarkan mengganggu pikiran dari tugas berat atau dengan cara manapun membangkitkan pertentangan dan menutup pintu bagi pekerjaan seterusnya.  Mereka tidak harus mengenakan pakaian guru agama, atau mengenakan jubah istimewa untuk membedakan mereka dari para petani yang hidup sederhana.  Mereka tidak masuk ke gereja lalu memanggil orang-orang berkumpul untuk ceramah; usaha mereka ialah kunjungan dari rumah ke rumah…. Mereka masuk ke ruangan dengan salam yang indah: “Damai sejahtera bagi rumah ini.”  Rumah itu akan diberkati oleh doa mereka, nyanyian pujian dan membuka Firman dalam lingkungan keluarga. DA 351, 352.

Begitu juga Kelompok Tujuh Puluh.
Setelah memanggil keduabelas murid sekelilingNya, Yesus menyuruh mereka keluar berdua-dua memasuki kota dan desa.  Tidak ada yang disuruh sendirian, tetapi saudara dengan saudara digabung, sahabat dengan sahabat.  Dengan demikian mereka saling membantu dan saling mendoakan.  Masing-masing melengkapi kelemahan temannya. Dengan cara yang sama Dia juga mengutus kelompok tujuh puluh.  Adalah maksud Juruselamat agar para pekabar injil harus bergabung dengan cara ini.  Dalam zaman kita sendiri pekerjaan evangelisasi akan jauh lebih maju jika pola ini dikuti dengan cermat.  Sda 350.

Paulus Berjalan Dari Rumah Ke Rumah. 
Sebagaimana ia bekerja secara umum, dia berjalan dari rumah ke rumah mengkhotbahkan pertobatan kepada Allah dan iman terhadap Tuhan kita Yesus Kristus.  Dia bertemu dengan orang-orang di rumah masing-masing dan membujuk mereka dengan air mata, menerangkan kepada mereka seluruh nasihat Allah.  RH, April 24, 1888.

Rahasia Kuasa Dan Kemajuan Paulus. 
Pada satu peristiwa Paulus mengatakan:  “Kamu tahu bagaimana aku hidup di antara kamu sejak  hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan.  Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.  Sungguhpun demikian, aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu.  Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah-rumah kamu.”

Kata-kata ini menerangkan rahasia kuasa dan kemajuan.  Dia tidak menahankan apa-apa yang menguntungkan orang.  Dia mengkhotbahkan Kristus secara umum, di pasar-pasar dan di gereja.  Dia mengajar dari rumah ke rumah, memanfaatkan diri untuk perbincangan terkenal di lingkaran keluarga.  Dia melawat orang sakit dan yang sedang berduka, menghibur orang yang sedang menderita, dan mengangkat hati orang yang tertindas.  Dan dalam segala yang dikatakannya dan yang dilakukannya dia berkhotbah tentang Kristus yang tersalib dan Juruselamat yang sudah bangkit.  Youth Instructor, Nov. 22, 1900.

Paulus Juga Menjangkau Yang Lain Melalui Ketrampilannya.
Selama jangka panjang penginjilannya di Efesus, di mana untuk tiga tahun dia menjalankan ceramah umum yang bersemangat di sekitar wilayah itu, sekali lagi Paulus mengerjakan ketrampilannya….

Ada sebagian yang menentang usaha tangan Paulus, menyatakan bahwa itu tidak konsekuen dengan pekerjaan seorang pengabar injil.  Mengapa harus Paulus, seorang pendeta pangkat tertinggi, mengkaitkan pekerjaan mekanis dengan mengkhotbahkan firman? Bukankah pekerja itu layak mendapat gaji? Mengapa harus ia gunakan waktu untuk membuat tenda yang tampaknya lebih banyak mendatangkan uang?

Tetapi Paulus tidak menganggap kehilangan waktu yang digunakan untuk itu, selagi ia bekerja bersama Akwila, dia selalu berhubungan dengan Guru Besar, tidak kehilangan kesempatan menyaksikan Juruselamat dan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan. Pikirannya senantiasa menjangkau pengetahuan rohani. Dia memberikan pengajaran pada rekan-rekan sekerja tentang perkara-perkara rohani, dan dia juga memberikan contoh kegiatan usaha dan keseksamaan. Dia seorang pekerja yang trampil dan cekatan, rajin dalam usaha, “sungguh-sungguh dalam roh dan melayani Tuhan.” Sementara dia mengerjakan ketrampilannya, rasul itu dapat menjangkau sekelompok orang yang tak dapat dijangkau dengan cara lain….

Kadang-kadang Paulus bekerja malam dan siang, bukan hanya untuk menunjang biaya hidupnya, tetapi agar ia dapat menolong para rekan sekerjanya. Dia membagi pendapatan dengan Lukas, dan dia membantu Timotius. Bahkan dia kadang-kadang menderita kelaparan agar dia dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Hidupnya tidak kikir. AA 351,352.

Contoh Praktis Dari Paulus Bagi Orang Awam Yang Mandiri.
Paulus memberikan contoh melawan sentiment. Kemudian setelah menanamkan pengaruh dalam gereja, bahwa injil dapat disebarkan dengan sukses hanya oleh mereka yang seluruhnya dibebaskan dari kebutuhan usaha fisik. Dia menggambarkan dalam cara praktis apa yang harus dilakukan oleh orang awam yang mengabdi di banyak tempat di mana orang berkenalan dengan kebenaran injil. Haluannya memberi ilham kepada para pekerja dengan satu keinginan melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk memajukan pekerjaan Allah dalam pekerjaan sehari-hari.

Akwila dan Priskila tidak dipanggil untuk menyerahkan segenap waktunya untuk pelayanan injil, namun para pengusaha yang rendah hati ini digunakan oleh Allah menunjukkan kepada Apolos jalan kebenaran yang lebih sempurna. Tuhan memanfaatkan berbagai alat untuk melaksanakan maksudNya; dan sementara sebagian orang dengan keterampilan khusus dipilih untuk menggunakan segenap tenaga melakukan pengajaran mengkhotbahkan injil, banyak lagi yang lain, yang ke atas kepalanya belum pernah diletakkan tangan manusia untuk pengurapan, mereka dipanggil untuk memerankan bagian penting dalam penyelamatan jiwa.

Ada ladang luas terbuka dihadapan pekerja injil yang mandiri. Banyak orang yang akan memperoleh pengalaman berharga dalam penginjilan sementara bekerja keras dalam sebagian waktu dalam jenis tertentu pekerjaan tangan, dan dengan cara ini para pekerja yang perkasa boleh mengembangkan pelayanan penting dalam ladang yang membutuhkannya. Sda 355.

Pergi Dalam Roh Yang Telah Memimpin Paulus.
Kunjungilah tetanggamu satu persatu, dan dekatilah mereka sampai hatinya dihangatkan oleh kasih dan perhatianmu yang tidak mementingkan diri sendiri. Nyatakan rasa simpatimu kepada mereka; berdoa bersama mereka, perhatikan kesempatan untuk berbuat baik kepada mereka, dan kalau mungkin kumpulkan beberapa orang untuk belajar bersama firman Allah dan bukalah hati mereka yang masih gelap. Sadarlah dan waspadalah sebagaimana seorang yang harus bertanggungjawab atas jiwa manusia, dan manfaatkanlah sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan Allah padamu dalam kerja bersama Dia dalam kebun anggur moralitas milikNya.

Jangan abaikan berbicara kepada tetanggamu dan lakukan semua kebaikan bagi mereka sebatas kemampuanmu, agar engkau, “dengan bagaimanapun dapat menyelamatkan beberapa jiwa.”  Kita perlu mencari semangat yang telah mendorong rasul Paulus untuk pergi dari rumah ke rumah, mengajak dengan air mata dan mengajarkan: “bertobatlah kepada Allah, dan Iman terhadap Tuhan kita Yesus Kristus.”  RH, March 13,1888.

Pekerjaan Pertama Gereja Perjanjian Baru. 
Pekerjaan Gereja yang pertama dapat dilihat bilamana orang-orang percaya mencari famili, sahabat dan para kenalan, dan dengan hati yang bergejolak dengan kasih, menyampaikan cerita tentang siapakah Yesus bagi mereka.    Special Testimonies, Series A, no 2 p. 17.

Kemajuan Rencana Perjanjian Baru.
Lebih dekat rencana Perjanjian Baru yang mengikuti usaha misionaris, maka lebih maju usaha yang sedang dijalankan. Kita harus bekerja sebagaimana guru ilahi kita, menabur benih kebenaran dengan hati-hati, keinginan, dan penyangkalan diri. Kita harus memiliki pikiran Kristus jika kita tidak mau merasa capek dalam melakukan yang baik. HidupNya adalah pelayanan yang berkesinambungan demi kebaikan orang lain. Kita harus mengikuti contoh yang telah diberikanNya.  3T210.

Pasal Delapan
DORKAS – PELAYANAN PENGINJILANNYA DAN PENGARUHNYA

Dibangkitkan Kembali Untuk Melanjutkan Pelayanan Penginjilannya.
Dalam rangka penginjilannya, rasul Petrus melawat orang-orang percaya di Lida. Di sini dia menyembuhkan Eneas, yang selama delapan tahun telah  “terikat” kepada tempat tidurnya karena menderita penyakit lumpuh.  “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau, bangunlah dan bereskan tempat tidurmu!” kata rasul itu. Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.” Kis 9:3, 35.

Di Yope dekat Lida, hiduplah seorang wanita bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas yang karena perbuatannya yang baik dia sangat dikasihi. Dia seorang murid Yesus yang pantas, dan hidupnya penuh dengan perbuatan baik. Dia tahu siapa yang membutuhkan pakaian yang pantas dan siapa yang membutuhkan rasa simpati, dan dia dengan bebas melayani orang-orang miskin dan yang berduka. Jari jemarinya yang trampil harus lebih aktif ketimbang lidahnya.  “Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal.” Jemaat di Yope merasa kehilangan; dan setelah mendengar bahwa Petrus berada di Lida, orang-orang percaya mengutus 2 orang pembawa kabar kepadanya dengan permintaan kepadanya  “Segeralah datang ke tempat kami. “  Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana dia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.”  Memandang layanan hidup Dorkas sewaktu masih hidup, tidak heran mereka berkabung, sehingga air mata hangat jatuh ke atas tanah liat yang tidak hidup itu. 

Hati rasul tersentuh dengan rasa simpati sementara memperhatikan kesedihan mereka.  Kemudian, setelah menyuruh sahabat-sahabat yang sedang menangis itu keluar dari ruangan, dia bertelut dan berdoa dengan bersungguh-sungguh kepada Allah supaya mengembalikan hidup dan kesehatan Dorkas.  Berhadapan dengan tubuh itu dia katakan, “Tabita, bangunlah.  Lalu dia membuka mata, dan ketika dia melihat Petrus, dia duduk.”  Dorkas sudah banyak melayani jemaat, dan Allah melihat dengan jelas bahwa dia pantas dikeluarkan dari negeri musuh, agar ketrampilan dan tenaganya masih menjadi berkat bagi orang lain dan juga dengan pernyataan kuasaNya pekerjaan Kristus akan dikuatkan.  AA 131, 132.
           
Seorang Murid Yang Layak Yang Tak Dapat Dikesampingkan.
Dia (Dorkas) adalah murid Yesus Kristus yang layak, dan hidupnya ditandai dengan amal dan kebaikan kepada orang miskin dan yang berduka dan kegiatan dalam perkara kebenaran. Kematiannya membawa kerugian yang sangat besar; gereja yang masih bayi itu tidak dapat menyisihkan usahanya yang mulia….

Usaha besar menghidupkan orang mati ini adalah sarana mempertobatkan banyak orang di Yope ke dalam iman akan Yesus. Spirit of Prophecy, Vol. 3, pp. 323, 324.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar