Pemikiran Permata
Para pengikut Kristus telah
ditebus untuk pelayanan. Tuhan kita
mengajarkan bahwa tujuan hidup yang benar ialah pelayanan penginjilan. Kristus sendiri seorang pekerja, dan kepada
semua pengikutNya Dia memberikan aturan pelayanan-pelayanan kepada Allah dan
kepada sesama manusia. Di sini Kristus
telah memperkenalkan ke dunia ini konsep yang lebih tinggi dari apa yang pernah
mereka ketahui. Hidup sambil melayani
orang lain, orang dibawa memasuki hubungan dengan Kristus. Aturan pelayanan menjadi mata rantai yang
menghubungkan dan mengikat kita kepada Allah dan sesama manusia.
Kepada para hambaNya Kristus
menyerahkan “hartaNya”. Dia memberikan
kepada setiap orang sesuai pekerjaanNya.
Masing-masing bekerja dalam kerja sama dengan Kristus bagi keselamatan jiwa-jiwa. Tidak ada yang lebih pasti dari tempat yang
sudah disediakan untuk kita dalam rumah-rumah mewah di sorga, dari pada tempat
khusus ditujukan di dunia dimana kita harus bekerja bagi Allah. COL
326,327.
Pasal Enam
TELADAN KITA DALAM PENGINJILAN SEJAHTERA
Karena Anak Manusia juga datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya
menjadi tebusan bagi banyak orang.
Markus 10:45.
Kristus Berdiri Di Depan Kita Selaku Juri Teladan Agung.
Buatlah teladan Kristus sebagai
percontohan pekerjaanmu. Senantiasa Ia
berkeliling melakukan kebaikan, memberi makan orang lapar dan menyembuhkan
orang sakit. Tidak ada yang kecewa orang
yang datang padaNya demi rasa simpati.
Ketua Mahkamah Agung sorga, Dia menjadi daging dan tinggal bersama-sama
kita, dan pekerjaan hidupNya menjadi contoh pekerjaan yang kita harus
lakukan. KasihNya yang lembut dan penuh
kasih sayang mencela sifat kita yang mementingkan diri dan hati kosong. Manuscript
55, 1901.
Kristus berdiri di atas umat
manusia dalam pakaian manusia. Penuh
dengan rasa kasihan dan cinta adalah tujuanNya agar orang yang paling miskin
tidak merasa takut menghampiriNya. Dia
baik hati bagi semua, mudah didekati orang yang paling hina. Dia pergi dari rumah ke rumah, menyembuhkan
orang sakit, memberi makan orang lapar, menghibur yang berduka, menyejukkan
hati yang menderita, berbicara damai kepada orang yang tertekan,…Dia rela
merendahkan diri sendiri, menyangkal diri sendiri. Dia tidak berusaha membedakan diriNya. Dia adalah hamba semua orang. Adalah makanan dan minumanNya menjadi
penghiburan dan pelipur lara bagi orang lain, membesarkan hati yang bersedih
dan yang berbeban berat yang dihubungiNya setiap hari.
Kristus berdiri di hadapan kita
sebagai Teladan, Missionaris medis yang agung, satu contoh bagi semua yang
harus datang. KasihNya, murni dan kudus,
memberkati semua yang datang ke dalam lingkungan pengaruhNya. tabiatNya sempurna sama sekali, bebas dari noda
dosa yang paling kecil sekalipun. Dia
datang sebagai satu pernyataan kasih Allah yang sempurna, bukan untuk
meremukkan, bukan untuk menghakimi atau mempersalahkan, tetapi untuk
menyembuhkan setiap tabiat yang lemah dan bercacat, menyelamatkan laki-laki dan
perempuan dari kuasa Setan. Dia adalah
Pencipta, Penebus dan Penopang umat manusia.
Dia mengundang semua orang “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan
berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah
padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat
ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu
enak dan bebanKupun ringan.” Matius 11: 28-30.
Kalau begitu, contoh yang
bagaimana harus kira berikan ke dunia ini? Kita melakukan pekerjaan yang sama
dengan pekerjaan yang dilakukan Missionaris medis demi kita. Kita mengikuti jejak pengorbanan pribadi yang
telah dijalani Kristus. Special Testimonies, Series B, no. 8, pp 31,
32.
Kristus Tersentuh Dengan Perasaan Kasihan.
Bilamana Yesus memandang yang
berkumpul di sekelilingNya, “Dia tergerak dengan belas kasihan atas mereka,
karena mereka pusing, dan tercerai berai seperti domba-domba yang tidak
mempunyai gembala. “Kristus melihat
penyakit, dukacita, kebutuhan dan kemerosotan orang banyak yang menjejali
langkah-langkahNya. KepadaNya dihadapkan
kebutuhan dan kesengsaraan umat manusia di seluruh dunia, di antara yang tinggi
dan rendah, yang paling terhormat dan yang paling direndahkan, Dia
memperhatikan jiwa-jiwa yang rindu akan berkat yang akan dicurahkanNya….
Sekarang ini tetap ada kebutuhan
yang sama. Dunia ini membutuhkan para
pekerja yang mau bekerja seperti Kristus melayani orang berdosa yang sedang
menderita. Sesungguhnya sejumlah besar
akan dijangkau. Dunia penuh dengan
penyakit, penderitaan, kesukaran dan dosa.
Dunia penuh dengan mereka yang perlu dilayani, yang lemah, yang tak
berdaya, yang dungu dan yang hina. 6T 254.
Model Yang Harus Kita Tiru.
Roh Missionari yang sejati ialah
Roh Kristus. Penebus dunia adalah model
missionari yang agung. Banyak di antara
pengikutNya telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan tidak mementingkan
diri sendiri dalam perkara keselamatan umat manusia; tapi tak ada usaha manusia
yang dapat dibandingkan dengan pengorbanan yang tidak mementingkan diri dengan
penyangkalan diri, kebajikan, dari Juri Tauladan kita.
Kasih yang telah ditunjukkan
Kristus kepada kita tanpa persamaan.
Betapa sungguh-sungguh Ia bekerja.
Betapa sering Ia sendirian berdoa dengan sungguh, di lereng bukit, atau
di taman yang sunyi, mencurahkan permohonanNya dengan air mata sambil berteriak
keras-keras. Betapa tekun Ia mendesak
permohonanNya demi orang-orang berdosa! Bahkan di kayu palang Dia melupakan
penderitaanNya. Betapa dingin kasih
kita, betapa lemah keinginan kita apabila dibandingkan dengan kasih dan
keinginan yang ditunjukkan oleh Juruselamat kita! Yesus memberikan diriNya
sendiri untuk menyelamatkan bangsa kita, betapa cepat kita memaafkan diri agar
tidak menyerahkan segala sesuatu bagi Yesus.
Juruselamat kita menyerah kepada pekerjaan yang melelahkan, celaan dan
penderitaan. Dia ditolak, diejek,
dicemoohkan, sementara melakukan pekerjaan untuk mana Dia datang ke dunia untuk
melaksanakannya.
Saudara-saudari, apakah anda
bertanya: Model apa yang kami ikuti? Saya tidak mengarahkan anda kepada
orang-orang besar dan baik, tetapi kepada Penebus dunia. Kalau kita memiliki roh missionari sejati,
kita pasti diimbasi oleh kasih Kristus; kita harus memandang pada Pencipta dan
Penyempurna iman kita, menyelami tabiatNya memetik roh kelembutan dan
kerendahan hatiNya, dan mengikuti jejak kakiNya.
Banyak orang menyangka bahwa roh
missionari adalah karunia khusus atau pemberian yang diserahkan kepada para
pendeta dan sebagian anggota gereja dan semua yang lainnya menjadi penonton
saja. Tidak ada di sana kesalahan yang
lebih besar. Setiap orang Kristen yang
benar akan memiliki roh missionari, karena menjadi seorang Kristen harus
menjadi seperti Kristus. Tak ada orang
yang hidup untuk dirinya sendiri, dan “jikalau ada orang yang tidak memiliki
Roh Kristus, dia bukanlah milikNya.”
Setiap orang yang telah mencicipi kuasa dunia yang akan datang, apakah
dia masih muda atau sudah tua, terpelajar atau buta-huruf, akan diguncang
dengan roh yang menggiatkan Kristus.
Gerak yang pertama dari hati yang sudah diperbaharui ialah membawa orang
lain juga kepada Kristus Juruselamat.
Mereka yang tidak memiliki keinginan ini meyakinkan bahwa mereka sudah
kehilangan cinta pertama; mereka harus memeriksa hati dengan teliti dalam
terang Firman Allah, dan dengan sungguh-sungguh mencari baptisan segar dari Roh
Kristus; mereka harus berdoa untuk pemahaman yang lebih dalam tentang kasih
yang dinyatakan bagi kita dalam meninggalkan bidang kemuliaan dan datang ke
dunia yang sudah berdosa untuk menyelamatkan orang-orang yang sedang
binasa. Sda, Vol. 5, 385, 386.
Tafsiran Kristus Tentang Injil.
Komisi Ilahi tidak memerlukan
reformasi. Cara Kristus memperkenalkan
kebenaran tak dapat diperbaiki.
Juruselamat memberikan pelajaran praktis kepada murid-murid, mengajar mereka
bagaimana cara kerja begitu rupa sebagaimana menggembirakan jiwa-jiwa dalam
kebenaran. Ia merasa kasihan terhadap
orang lelah, yang berbeban berat dan yang tertindas. Dia memberi makan orang lapar dan
menyembuhkan orang sakit. Senantiasa Dia
berkeliling melakukan kebaikan. Dengan
baik Dia melaksanakannya, dengan kata-kataNya yang lemah lembut dan
perbuatanNya yang baik, Dia menafsirkan injil kepada manusia.
Singkat sebagaimana masa
penginjilanNya kepada umum, Dia melaksanakan tugas untuk mana Dia datang. Betapa mengesankan kebenaran yang Ia
ajarkan. Betapa lengkap pekerjaan dalam
hidupNya! Makanan rohani yang sehari-hari Ia bagikan sementara Dia menyajikan
roti hidup bagi ribuan jiwa-jiwa yang lapar! HidupNya adalah pekabaran firman
yang hidup. Dia tidak menjanjikan
sesuatu yang Ia tidak lakukan.
Kata-kata dalam hidupNya
diucapkan begitu sederhana sehingga seorang anak dapat memahaminya. Laki-laki dewasa, perempuan dewasa dan
anak-anak begitu terkesan dengan caraNya menerangkan Alkitab sehingga mudah
menangkap nada suaraNya, menempatkan penekanan yang sama dalam kata-kata
mereka, dan meniru gerak tanganNya, dan berusaha meniru gerakanNya yang lemah
lembut dengan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.
Sebagaimana kita menelusuri
aliran sungai di garis hijau yang dihasilkannya, begitulah Kristus terlihat
dalam perlakuan kemurahan yang menandai jejakNya setiap langkah. Kemana saja Ia pergi kesehatan melonjak dan
kegembiraan mengikuti kemana saja Ia berlalu.
Yang buta dan tuli bersorak sorai dalam kehadiranNya. Kata-kataNya membuka sumber air hidup bagi
orang-orang dungu. Dia membagikan berkat
yang limpah senantiasa. Itulah harta
yang tersimpan untuk kekekalan, diberikan dalam Kristus, pemberian kekayaan
Kristus kepada manusia.
Pekerjaan Kristus bagi manusia
belum selesai. Masih berlangsung
sekarang ini. Begitu juga para dutaNya
mengkhotbahkan injil dan membuka tabir kasihNya yang berbelaskasihan bagi
jiwa-jiwa yang hilang dan sedang sekarat.
Dengan keinginan yang tidak mementingkan diri sendiri atas mereka yang
memerlukan pertolongan, mereka menunjukkan demonstrasi kebenaran injil. Lebih banyak daripada hanya mengkhotbahkan
itulah yang dimasukkan dalam pekerjaan
ini. Melibatkan dunia dalam evangelisasi
adalah pekerjaan yang diberikan Allah kepada mereka yang pergi dalam
namaNya. Mereka menjadi mitra kerja bagi
Kristus, menyatakan kasih Kristus yang penuh kelembutan kepada mereka yang siap
binasa. Allah memanggil ribuan orang
bekerja bagiNya, bukan berkhotbah bagi mereka yang mengenal kebenaran zaman
ini, tetapi memberi amaran kepada mereka yang tidak pernah mendengar pekabaran
terakhir tentang kemurahan. Bekerjalah
dengan hati yang penuh dengan kerinduan bagi jiwa-jiwa. Lakukanlah pekerjaan missionari medis, dengan
demikian anda bisa menyentuh hati manusia, dan jalan akan tersedia bagi
proklamasi kebenaran yang pasti.
Siapakah mitra kerja Kristus
dalam pekerjaan missionari medis yang mulia ini? Siapakah yang sudah belajar
dari Guru dan mengetahui bagaimana caranya memperlakukan jiwa-jiwa untuk siapa
Kristus telah mati? Oh, kita memerlukan begitu banyak tabib jiwa yang telah
dididik dalam sekolah Kristus dan yang bisa bekerja dalam garis-garis haluan
Kristus. RH, Dec. 17, 1914.
Pasal Tujuh
PERLAWATAN - RENCANA PERJANJIAN BARU
Metode Kerja Kristus.
Dari metode kerja Kristus kita
boleh mempelajari banyak pelajaran berharga.
Dia tidak mengikuti hanya satu metode; dalam pelbagai cara Dia berusaha
menangkap perhatian orang banyak, agar Dia memproklamasikan kepada mereka semua
kebenaran injil.
Pekerjaan Kristus yang terutama
ialah melayani orang miskin, yang berkekurangan dan yang dungu. Dengan sederhana Dia membukakan kepada mereka
berkat-berkat yang mereka pantas terima, dengan demikian membangkitkan satu
jiwa yang lapar akan roti hidup, Hidup Kristus adalah satu teladan bagi para
pengikutNya. Adalah tugas setiap orang
yang sudah mempelajari pola hidup untuk mengajar orang lain apa artinya
mempercayai Firman Allah. Sekarang
banyak orang berada dalam bayang-bayang maut yang perlu diajar dalam kebenaran
injil. Hampir seluruh dunia terbenam
dalam kejahatan. Namun, kita memegang
kata-kata bagi mereka yang duduk dalam kegelapan. RH, May
9, 1912.
Jangkauan Penginjilan Kristus Dari Rumah ke Rumah.
Juruselamat kita berkunjung dari
rumah ke rumah, menyembuhkan orang sakit, menghibur yang berduka, menyejukkan
hati orang yang berduka, membicarakan damai kepada yang berputus asa. Dia menggendong anak-anak kecil dalam
lenganNya dan memberkati mereka dan mengucapkan kata-kata pengharapan dan penghiburan
kepada para ibu yang letih lesu. Dengan
kelemahlembutan yang tidak mundur dan dengan kehalusan budi, Dia menghadapi
setiap bentuk kesusahan dan penderitaan.
Bukan untuk DiriNya sendiri,
tetapi Dia bekerja untuk orang lain. Dia
adalah hamba semua orang. Adalah makanan
dan minumanNya untuk membawa pengharapan dan kekuatan kepada semua orang yang
berhubungan denganNya. GW 188.
Metode Kristus Membawa Sukses Sejati.
Metode Kristus sendiri akan
memberikan kesuksesan sejati dalam menjangkau orang. Juruselamat bergabung dengan orang banyak
sebagai seorang yang menginginkan kebaikan mereka. Dia menunjukkan rasa simpati terhadap mereka,
melayani kebutuhan mereka, dan memenangkan kepercayaan mereka. Lalu Dia suruh mereka, “Ikutlah Aku.” MH 143.
Inilah jalannya Gereja Kristen
didirikan. Mula-mula Kristus memilih
sedikit orang dan menyuruh mereka supaya mengikutiNya. Kemudian mereka mencari famili dan kenalan,
dan membawa mereka kepada Kristus.
Beginilah caranya kita bekerja.
Beberapa jiwa dibawa dan dibangun di atas kebenaran akan menjadi pekerja
bagi orang lain seperti murid-murid yang pertama. RH, Dec. 8, 1885.
Contoh Ilahi Tentang Evangelisasi Peorangan.
Yesus datang dalam kontak pribadi
dengan orang. Dia tidak berdiri
meninggikan diri dan terpisah dari mereka yang membutuhkan pertolonganNya. Dia masuk ke rumah-rumah penduduk, menghibur
yang berdukacita, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan semangat orang malas,
dan berkeliling melakukan kebaikan. Jikalau kita mengikuti jejak Yesus, kita
harus melakukan apa yang Ia telah lakukan.
Kita harus memberikan kepada orang-orang apa yang telah
diberikanNya. Sda, April 24, 1888.
Bukanlah khotbah itu yang paling
penting; adalah pekerjaan dari rumah ke rumah, berbincang-bincang tentang
Firman dan menerangkan Firman, adalah mereka para pekerja yang mengikuti metode
yang diikuti Yesus yang akan memenangkan jiwa-jiwa sebagai upah mereka. GW 468.
Allah menginginkan agar
firmanNya, yaitu Kemurahan, akan diterima setiap jiwa. Untuk mencapai tingkat tinggi ini harus
dilakukan sebagai pekerjaan perorangan.
Dia menghargai dengan setia akan seorang pendengar. Melaui jiwa yang satu itu, sering pekabaran
itu menyebar kepada ribuan orang. COL 229.
Keduabelas Murid Diutus Dalam Pekerjaan Dari Rumah Ke Rumah.
Pada perjalanan yang pertama ini,
murid-murid pergi hanya ke tempat di mana Yesus bersama mereka dan telah
menjalin persahabatan…. Tidak ada sesuatu yang dibiarkan mengganggu pikiran
dari tugas berat atau dengan cara manapun membangkitkan pertentangan dan menutup
pintu bagi pekerjaan seterusnya. Mereka
tidak harus mengenakan pakaian guru agama, atau mengenakan jubah istimewa untuk
membedakan mereka dari para petani yang hidup sederhana. Mereka tidak masuk ke gereja lalu memanggil
orang-orang berkumpul untuk ceramah; usaha mereka ialah kunjungan dari rumah ke
rumah…. Mereka masuk ke ruangan dengan salam yang indah: “Damai sejahtera bagi
rumah ini.” Rumah itu akan diberkati
oleh doa mereka, nyanyian pujian dan membuka Firman dalam lingkungan keluarga. DA 351, 352.
Begitu juga Kelompok Tujuh Puluh.
Setelah memanggil keduabelas
murid sekelilingNya, Yesus menyuruh mereka keluar berdua-dua memasuki kota dan
desa. Tidak ada yang disuruh sendirian,
tetapi saudara dengan saudara digabung, sahabat dengan sahabat. Dengan demikian mereka saling membantu dan
saling mendoakan. Masing-masing
melengkapi kelemahan temannya. Dengan cara yang sama Dia juga mengutus kelompok
tujuh puluh. Adalah maksud Juruselamat
agar para pekabar injil harus bergabung dengan cara ini. Dalam zaman kita sendiri pekerjaan
evangelisasi akan jauh lebih maju jika pola ini dikuti dengan cermat. Sda
350.
Paulus Berjalan Dari Rumah Ke Rumah.
Sebagaimana ia bekerja secara
umum, dia berjalan dari rumah ke rumah mengkhotbahkan pertobatan kepada Allah
dan iman terhadap Tuhan kita Yesus Kristus.
Dia bertemu dengan orang-orang di rumah masing-masing dan membujuk
mereka dengan air mata, menerangkan kepada mereka seluruh nasihat Allah. RH,
April 24, 1888.
Rahasia Kuasa Dan Kemajuan Paulus.
Pada satu peristiwa Paulus
mengatakan: “Kamu tahu bagaimana aku
hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan
segala rendah hati aku melayani Tuhan.
Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami
pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian, aku tidak pernah
melalaikan apa yang berguna bagi kamu.
Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun
dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah-rumah kamu.”
Kata-kata ini menerangkan rahasia
kuasa dan kemajuan. Dia tidak menahankan
apa-apa yang menguntungkan orang. Dia
mengkhotbahkan Kristus secara umum, di pasar-pasar dan di gereja. Dia mengajar dari rumah ke rumah,
memanfaatkan diri untuk perbincangan terkenal di lingkaran keluarga. Dia melawat orang sakit dan yang sedang
berduka, menghibur orang yang sedang menderita, dan mengangkat hati orang yang
tertindas. Dan dalam segala yang
dikatakannya dan yang dilakukannya dia berkhotbah tentang Kristus yang tersalib
dan Juruselamat yang sudah bangkit. Youth Instructor, Nov. 22, 1900.
Paulus Juga Menjangkau Yang Lain Melalui Ketrampilannya.
Selama jangka panjang
penginjilannya di Efesus, di mana untuk tiga tahun dia menjalankan ceramah umum
yang bersemangat di sekitar wilayah itu, sekali lagi Paulus mengerjakan
ketrampilannya….
Ada sebagian yang menentang usaha
tangan Paulus, menyatakan bahwa itu tidak konsekuen dengan pekerjaan seorang
pengabar injil. Mengapa harus Paulus,
seorang pendeta pangkat tertinggi, mengkaitkan pekerjaan mekanis dengan
mengkhotbahkan firman? Bukankah pekerja itu layak mendapat gaji? Mengapa harus
ia gunakan waktu untuk membuat tenda yang tampaknya lebih banyak mendatangkan
uang?
Tetapi Paulus tidak menganggap
kehilangan waktu yang digunakan untuk itu, selagi ia bekerja bersama Akwila,
dia selalu berhubungan dengan Guru Besar, tidak kehilangan kesempatan
menyaksikan Juruselamat dan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.
Pikirannya senantiasa menjangkau pengetahuan rohani. Dia memberikan pengajaran
pada rekan-rekan sekerja tentang perkara-perkara rohani, dan dia juga
memberikan contoh kegiatan usaha dan keseksamaan. Dia seorang pekerja yang
trampil dan cekatan, rajin dalam usaha, “sungguh-sungguh dalam roh dan melayani
Tuhan.” Sementara dia mengerjakan ketrampilannya, rasul itu dapat menjangkau
sekelompok orang yang tak dapat dijangkau dengan cara lain….
Kadang-kadang Paulus bekerja
malam dan siang, bukan hanya untuk menunjang biaya hidupnya, tetapi agar ia
dapat menolong para rekan sekerjanya. Dia membagi pendapatan dengan Lukas, dan
dia membantu Timotius. Bahkan dia kadang-kadang menderita kelaparan agar dia
dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Hidupnya tidak kikir. AA 351,352.
Contoh Praktis Dari Paulus Bagi Orang Awam Yang Mandiri.
Paulus memberikan contoh melawan sentiment.
Kemudian setelah menanamkan pengaruh dalam gereja, bahwa injil dapat disebarkan
dengan sukses hanya oleh mereka yang seluruhnya dibebaskan dari kebutuhan usaha
fisik. Dia menggambarkan dalam cara praktis apa yang harus dilakukan oleh orang
awam yang mengabdi di banyak tempat di mana orang berkenalan dengan kebenaran
injil. Haluannya memberi ilham kepada para pekerja dengan satu keinginan
melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk memajukan pekerjaan Allah dalam
pekerjaan sehari-hari.
Akwila dan Priskila tidak
dipanggil untuk menyerahkan segenap waktunya untuk pelayanan injil, namun para pengusaha
yang rendah hati ini digunakan oleh Allah menunjukkan kepada Apolos jalan
kebenaran yang lebih sempurna. Tuhan memanfaatkan berbagai alat untuk
melaksanakan maksudNya; dan sementara sebagian orang dengan keterampilan khusus
dipilih untuk menggunakan segenap tenaga melakukan pengajaran mengkhotbahkan
injil, banyak lagi yang lain, yang ke atas kepalanya belum pernah diletakkan
tangan manusia untuk pengurapan, mereka dipanggil untuk memerankan bagian
penting dalam penyelamatan jiwa.
Ada ladang luas terbuka dihadapan
pekerja injil yang mandiri. Banyak orang yang akan memperoleh pengalaman
berharga dalam penginjilan sementara bekerja keras dalam sebagian waktu dalam
jenis tertentu pekerjaan tangan, dan dengan cara ini para pekerja yang perkasa
boleh mengembangkan pelayanan penting dalam ladang yang membutuhkannya. Sda 355.
Pergi Dalam Roh Yang Telah Memimpin Paulus.
Kunjungilah tetanggamu satu
persatu, dan dekatilah mereka sampai hatinya dihangatkan oleh kasih dan
perhatianmu yang tidak mementingkan diri sendiri. Nyatakan rasa simpatimu
kepada mereka; berdoa bersama mereka, perhatikan kesempatan untuk berbuat baik
kepada mereka, dan kalau mungkin kumpulkan beberapa orang untuk belajar bersama
firman Allah dan bukalah hati mereka yang masih gelap. Sadarlah dan waspadalah
sebagaimana seorang yang harus bertanggungjawab atas jiwa manusia, dan
manfaatkanlah sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan Allah padamu dalam kerja
bersama Dia dalam kebun anggur moralitas milikNya.
Jangan abaikan berbicara kepada
tetanggamu dan lakukan semua kebaikan bagi mereka sebatas kemampuanmu, agar
engkau, “dengan bagaimanapun dapat menyelamatkan beberapa jiwa.” Kita perlu mencari semangat yang telah
mendorong rasul Paulus untuk pergi dari rumah ke rumah, mengajak dengan air
mata dan mengajarkan: “bertobatlah kepada Allah, dan Iman terhadap Tuhan kita
Yesus Kristus.” RH, March 13,1888.
Pekerjaan Pertama Gereja Perjanjian Baru.
Pekerjaan Gereja yang pertama
dapat dilihat bilamana orang-orang percaya mencari famili, sahabat dan para
kenalan, dan dengan hati yang bergejolak dengan kasih, menyampaikan cerita
tentang siapakah Yesus bagi mereka. Special Testimonies, Series A, no 2 p. 17.
Kemajuan Rencana Perjanjian Baru.
Lebih dekat rencana Perjanjian
Baru yang mengikuti usaha misionaris, maka lebih maju usaha yang sedang
dijalankan. Kita harus bekerja sebagaimana guru ilahi kita, menabur benih
kebenaran dengan hati-hati, keinginan, dan penyangkalan diri. Kita harus
memiliki pikiran Kristus jika kita tidak mau merasa capek dalam melakukan yang
baik. HidupNya adalah pelayanan yang berkesinambungan demi kebaikan orang lain.
Kita harus mengikuti contoh yang telah diberikanNya. 3T210.
Pasal Delapan
DORKAS – PELAYANAN PENGINJILANNYA DAN PENGARUHNYA
Dibangkitkan Kembali Untuk Melanjutkan Pelayanan Penginjilannya.
Dalam rangka penginjilannya,
rasul Petrus melawat orang-orang percaya di Lida. Di sini dia menyembuhkan Eneas,
yang selama delapan tahun telah
“terikat” kepada tempat tidurnya karena menderita penyakit lumpuh. “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau,
bangunlah dan bereskan tempat tidurmu!” kata rasul itu. Seketika itu juga
bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka
berbalik kepada Tuhan.” Kis 9:3, 35.
Di Yope dekat Lida, hiduplah
seorang wanita bernama Tabita – dalam bahasa Yunani Dorkas yang karena
perbuatannya yang baik dia sangat dikasihi. Dia seorang murid Yesus yang pantas,
dan hidupnya penuh dengan perbuatan baik. Dia tahu siapa yang membutuhkan
pakaian yang pantas dan siapa yang membutuhkan rasa simpati, dan dia dengan
bebas melayani orang-orang miskin dan yang berduka. Jari jemarinya yang trampil
harus lebih aktif ketimbang lidahnya.
“Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal.” Jemaat di Yope merasa
kehilangan; dan setelah mendengar bahwa Petrus berada di Lida, orang-orang
percaya mengutus 2 orang pembawa kabar kepadanya dengan permintaan
kepadanya “Segeralah datang ke tempat
kami. “ Maka berkemaslah Petrus dan
berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana dia dibawa ke
ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka
menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih
hidup.” Memandang layanan hidup Dorkas
sewaktu masih hidup, tidak heran mereka berkabung, sehingga air mata hangat
jatuh ke atas tanah liat yang tidak hidup itu.
Hati rasul tersentuh dengan rasa
simpati sementara memperhatikan kesedihan mereka. Kemudian, setelah menyuruh sahabat-sahabat
yang sedang menangis itu keluar dari ruangan, dia bertelut dan berdoa dengan
bersungguh-sungguh kepada Allah supaya mengembalikan hidup dan kesehatan
Dorkas. Berhadapan dengan tubuh itu dia
katakan, “Tabita, bangunlah. Lalu dia
membuka mata, dan ketika dia melihat Petrus, dia duduk.” Dorkas sudah banyak melayani jemaat, dan
Allah melihat dengan jelas bahwa dia pantas dikeluarkan dari negeri musuh, agar
ketrampilan dan tenaganya masih menjadi berkat bagi orang lain dan juga dengan
pernyataan kuasaNya pekerjaan Kristus akan dikuatkan. AA 131, 132.
Seorang Murid Yang Layak Yang Tak Dapat Dikesampingkan.
Dia (Dorkas) adalah murid Yesus
Kristus yang layak, dan hidupnya ditandai dengan amal dan kebaikan kepada orang
miskin dan yang berduka dan kegiatan dalam perkara kebenaran. Kematiannya membawa kerugian yang sangat
besar; gereja yang masih bayi itu tidak dapat menyisihkan usahanya yang mulia….
Usaha besar menghidupkan orang
mati ini adalah sarana mempertobatkan banyak orang di Yope ke dalam iman akan
Yesus. Spirit of Prophecy, Vol. 3, pp.
323, 324.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar