Mengapa Timbul Kemiskinan dan
Penderitaan?
Keprihatinan Kristus untuk
Penderitaan Umat Manusia
Permata Pemikiran : "Dosa telah memadamkan kasih yang ditempatkan Allah dalam
hati manusia. Tugas gereja ialah
menyalakan kembali kasih ini. Gereja bekerjasama dengan Allah dengan mencabut
sifat mementingkan diri dari hati manusia, gantinya menempatkan kebajikan yang
tadinya ada dalam hati manusia yang sempurna pada mulanya."
Pasal Satu
“Sebab orang-orang miskin tidak
hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah
kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu,
yang tertindas dan yang miskin di negerimu.” Ulangan 15:11
Mengapa Timbul Kemiskinan dan
Penderitaan?
Berbahagialah orang yang bermurah
hati.
Tuhan Yesus mengatakan,
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”
Tidak pernah ada waktu bilamana ada kebutuhan yang lebih besar untuk perlakuan
kemurahan ketimbang sekarang ini. Orang miskin ada di sekitar kita, yang susah,
yang menderita, yang bersusah hati, dan mereka yang siap binasa.
Mereka
yang sudah menimbun harta telah melakukannya melalui talenta yang diberikan
Allah kepada mereka, tetapi talenta untuk menimbun harta diberikan kepada
mereka agar mereka membebaskannya dari kemiskinan. Karunia ini diberikan kepada mereka oleh Sia yang membuat
mataharinya bersinar dan hujanNya tercurah bagi yang benar dan yang tidak
benar, agar dengan kesuburan bumi manusia boleh memiliki persediaan untuk semua
kebutuhan mereka. Ladang sudah diberkati Allah, dan “dari kebaikanNya Dia telah
menyediakannya bagi orang miskin. Signs of the Times, June 13,
1892.
Penderitaan dan Kesengsaraan
tidak dimaksudkan Allah.
Banyak orang menyesali Allah karena dunia
begitu penuh dengan kekurangan dan penderitaan, tetapi Allah tidak pernah
bermaksud agar kesengsaraan ini ada. Dia tidak pernah maksudkan agar seseorang
harus mempunyai hidup yang berkelimpahan dengan kesenangan sementara anak-anak
orang lain merengek minta makan. Allah itu adalah Allah yang penuh kebajikan, GT 273.
Allah
telah menciptakan manusia menjadi pelayanNya, dan Dia tidak akan dituntut
karena penderitaan, kesengsaraan, ketelanjangan, dan kekurangan umat manusia.
Tuhan telah membuat cukup persediaan bagi semua orang, Dia telah memberikan
kepada ribuan orang sejumlah besar perbekalan dengan mana meringankan
kekurangan teman-teman mereka; tetapi orang-orang yang sudah diangkat menjadi
pelayan tidak tahan uji, karena mereka gagal meringankan penderitaan dan membebaskan
yang berkekurangan.
Bilamana
orang-orang yang telah diberkati sorga dengan limpahnya gagal menjalankan
rencana Allah, dan tidak membebaskan yang miskin dan yang tertekan, Tuhan
dikecewakan dan tentu akan membalas mereka. Tidak ada maaf bagi mereka yang
menahan dari tetangga yang telah ditempatkan ke dalam kekuasaan mereka untuk
dibagikan; dan Allah tidak dihormati, tabiatNya disalahtafsirkan oleh Setan,
Dia digambarkan sebagai Hakim yang lalim yang mendatangkan penderitaan kepada
makhluk yang Ia ciptakan. Penyelewengan tabiat Allah tampak sebagai kebenaran,
dengan demikian melalui penggodaan hati manusia dikeraskan terhadap Allah.
Setan mempersalahkan Allah melakukan kejahatan yang Ia sendiri lakukan sehingga
manusia tidak mau menolong tabiatnya sendiri. RH, June 26, 1894.
Tidak Perlu Ada Kemelaratan
dan Kepapaan.
Sekiranya manusia melakukan
tugasnya selaku pelayan yang setia untuk harta Tuhan, tidak akan ada tangisan
untuk roti, tidak ada penderitaan dalam kemiskinan, tidak ada yang telanjang
berkekurangan. Adalah ketidaksetiaan manusia yang membawa penderitaan ke mana
umat manusia di cemplungkan. Jikalau mereka yang sudah di angkat jadi pelayan
mau membagikan harta Tuhan kepada sasaran yang ditentukanNya, tidak akan ada
keadaan penderitaan ini. Tuhan menguji manusia dengan memberikan kepada mereka
hal-hal yang baik, sama seperti Dia menguji orang kaya dalam perumpamaan itu.
Jika kita terbukti tidak setia dalam mammon yang benar, siapakah yang akan
mempercayakan kepada kita kekayaan yang sejati? Hanya mereka yang tahan
menghadapi ujian di dunia ini, yang didapati setia, yang menuruti firman Tuhan
agar bermurah hati, dalam memanfaatkan perolehan mereka untuk memajukan
kerajaanNya, merekalah yang akan mendengar dari bibir Guru, “Sabaslah hai
hamba-hamba yang setia”.
Sebagian Kaya – Sebagian
Miskin.
Alasan mengapa Allah membiarkan sebagian keluarga umat manusia menjadi begitu kaya dan sebagian begitu miskin akan tetap menjadi rahasia bagi manusia sampai kekekalan, kecuali mereka memasuki jaringan yang benar bersama Allah dan melaksanakan rencanaNya ketimbang melakukan pemikiran mereka yang mementingkan diri sendiri. TM 280.
Alasan mengapa Allah membiarkan sebagian keluarga umat manusia menjadi begitu kaya dan sebagian begitu miskin akan tetap menjadi rahasia bagi manusia sampai kekekalan, kecuali mereka memasuki jaringan yang benar bersama Allah dan melaksanakan rencanaNya ketimbang melakukan pemikiran mereka yang mementingkan diri sendiri. TM 280.
Mendorong Kasih dan
Kemurahan.
Dalam pemeliharaan Allah,
kejadian-kejadian disusun begitu rupa sehingga orang miskin selalu ada bersama
kita, agar tetap ada usaha dalam hati manusia untuk membagikan kemurahan dan
kasih. Manusia perlu membangun kelemah-lembutan dan rasa kasihan dari Kristus;
dia tidak perlu memisahkan diri dari orang miskin, yang tersiksa, yang miskin
dan yang susah. Signs of the Times, June 13, 1892.
Mengembangkan Tabiat Allah dalam
Manusia.
Selagi dunia memerlukan rasa
simpati, selagi memerlukan doa dan pertolongan bagi umat Allah, sementara perlu
melihat Kristus dalam hidup para pengikutNya, dalam hal yang sama umat Allah
membutuhkan kesempatan yang menarik rasa simpati mereka, melengkapi doa mereka,
dan mengembangkan di dalam diri mereka satu tabiat ilahi yang jadi teladan.
Untuk
menyediakan kesempatan ini, maka Allah menempatkan orang miskin di antara kita, yang
malang, yang sakit, dan yang menderita. Mereka adalah warisan Kristus bagi
jemaatNya, dan mereka harus dipelihara sebagaimana Dia memelihara mereka. Dalam
hal ini Allah memisahkan kotoran dan memurnikan emas itu, memberikan kepada
kita kesopanan hati dan tabiat yang kita perlukan.
Tuhan
dapat memajukan pekerjaanNya tanpa kerjasama kita. Dia tidak bergantung atas
kita karena uang kita, waktu kita, atau usaha kita. Tetapi gereja sangat
berharga dalam pemandanganNya. Itu merupakan kotak di mana tersimpan semua
permata-permataNya, kandang yang berisi kawanan dombaNya, dan Dia rindu
melihatnya tanpa cacat cela atau yang seperti itu. Dia merindukannya dengan
kasih sayang yang tidak terperikan. Inilah sebabnya Dia memberikan kesempatan
kepada kita untuk bekerja bagiNya, dan Dia menerima usaha kita sebagai lambang
kasih dan kesetiaan kita. 6T261
Agar kita dapat memahami
Kemurahan Allah.
Orang miskin dan orang kaya adalah target perhatian dan pemeliharaan Allah secara khusus. Hapuskan kemiskinan maka kita tak dapat memahami kemurahan dan kasih Allah. Tak ada cara mengenal Allah yang berbelas-kasihan dan simpatik. Letter 83, 1902. Allah Memberikan Kepada Kita Supaya Memberikannya Kepada Orang lain. Allah mencurahkan berkatNya kepada kita untuk dicurahkan kepada orang lain. Bilamana kita meminta dari Dia makanan kita sehari-hari, Dia melihat ke dalam hati kita apakah kita mau membagikannya kepada yang lebih berkekurangan dibandingkan dengan kita. Bilamana kita berdoa, “Tuhan, kasihanilah hambamu ini seorang berdosa,” Dia perhatikan apakah kita mau menunjukkan belas kasihan terhadap mereka dengan siapa kita bergaul. Inilah bukti hubungan kita dengan Allah, agar kita bermurah hati sebagaimana Bapa sorgawi yang adalah berkemurahan. 6T 283, 284.
Orang miskin dan orang kaya adalah target perhatian dan pemeliharaan Allah secara khusus. Hapuskan kemiskinan maka kita tak dapat memahami kemurahan dan kasih Allah. Tak ada cara mengenal Allah yang berbelas-kasihan dan simpatik. Letter 83, 1902. Allah Memberikan Kepada Kita Supaya Memberikannya Kepada Orang lain. Allah mencurahkan berkatNya kepada kita untuk dicurahkan kepada orang lain. Bilamana kita meminta dari Dia makanan kita sehari-hari, Dia melihat ke dalam hati kita apakah kita mau membagikannya kepada yang lebih berkekurangan dibandingkan dengan kita. Bilamana kita berdoa, “Tuhan, kasihanilah hambamu ini seorang berdosa,” Dia perhatikan apakah kita mau menunjukkan belas kasihan terhadap mereka dengan siapa kita bergaul. Inilah bukti hubungan kita dengan Allah, agar kita bermurah hati sebagaimana Bapa sorgawi yang adalah berkemurahan. 6T 283, 284.
Menahan Orang Kerdil Pertumbuhan Rohani.
Tidak ada yang melemahkan kerohanian lebih cepat ketimbang menutupinya dalam sikap mementingkan diri dan mempedulikan diri sendiri. Mereka yang memanjakan diri dan tidak mempedulikan jiwa dan tubuh orang-orang yang telah ditebus Kristus dengan nyawaNya sendiri, tidak memakan roti hidup dan meminum air hidup keselamatan. Mereka kering kerontang seperti pohon yang tidak mengeluarkan buah. Mereka adalah orang-orang kerdil rohani, yang menghabiskan kekayaan mereka untuk diri sendiri; tetapi “barang apa yang ditabur orang, itulah yang dituai.” RH Jan 15, 1895.
Tidak ada yang melemahkan kerohanian lebih cepat ketimbang menutupinya dalam sikap mementingkan diri dan mempedulikan diri sendiri. Mereka yang memanjakan diri dan tidak mempedulikan jiwa dan tubuh orang-orang yang telah ditebus Kristus dengan nyawaNya sendiri, tidak memakan roti hidup dan meminum air hidup keselamatan. Mereka kering kerontang seperti pohon yang tidak mengeluarkan buah. Mereka adalah orang-orang kerdil rohani, yang menghabiskan kekayaan mereka untuk diri sendiri; tetapi “barang apa yang ditabur orang, itulah yang dituai.” RH Jan 15, 1895.
Itulah sebabnya mengapa orang kaya tidak mau berbuat sesuatu terhadap orang miskin yang dirancang Allah untuk mereka harus lakukan, sehingga mereka bertambah sombong, lebih merasa berkecukupan, sangat baik untuk diri sendiri dan keras hati. Mereka memisahkan orang miskin dari mereka sendiri karena mereka miskin, dan dengan demikian mereka diberi kesempatan menjadi cemburu dan dengki. Banyak yang menjadi dingin, dan diilhami dengan rasa benci terhadap orang yang memiliki segala sesuatu sementara mereka tidak mempunyai apa-apa.
Allah
menimang tindakan, dan setiap orang yang tidak setia dalam penatalayanannya,
yang gagal menolak kejahatan yang ada di dalam kekuasaannya, akan tidak dihargai
dalam pengadilan sorga. Mereka yang tidak tertarik kepada kebutuhan orang yang
berkekurangan, akan dianggap sebagai pelayan yang tidak setia, dan akan
terdaftar sebagi musuh Allah dan manusia. Mereka yang menyalahgunakan harta
yang telah dipercayakan kepada mereka untuk menolong orang-orang yang
membutuhkan pertolongan mereka, itu membuktikan bahwa mereka tidak mempunyai
hubungan dengan Kristus, karena mereka gagal menyatakan kelemahlembutan Kristus
terhadap mereka yang kurang beruntung ketimbang diri mereka sendiri. Sda, Dec 10, 1895.
Jikalau Orang Kaya Berjalan Dalam
Jejak Kristus.
Orang kaya adalah penatalayan Allah, dan jika dia berjalan dalam jejak kaki Kristus, mempertahankan hidup saleh yang rendah hati, melalui perobahan tabiat, dia menjadi rendah hati dan sabar dalam hati. Dia menyadari bahwa milik mereka hanyalah harta yang dipinjamkan, dan dia merasa bahwa kepercayaan yang kudus diberikan kepadanya untuk menolong yang berkekurangan dan yang menderita, gantinya Kristus. Pekerjaan ini akan membawa upahnya dalam harta kekayaan yang diletakkan di sisi takhta Allah. Dengan demikian orang kaya akan memperoleh kemenangan hidup rohani, sebagaimana seorang penatalayan yang setia dari harta Tuhan. Manuscript 22, 1898.
Orang kaya adalah penatalayan Allah, dan jika dia berjalan dalam jejak kaki Kristus, mempertahankan hidup saleh yang rendah hati, melalui perobahan tabiat, dia menjadi rendah hati dan sabar dalam hati. Dia menyadari bahwa milik mereka hanyalah harta yang dipinjamkan, dan dia merasa bahwa kepercayaan yang kudus diberikan kepadanya untuk menolong yang berkekurangan dan yang menderita, gantinya Kristus. Pekerjaan ini akan membawa upahnya dalam harta kekayaan yang diletakkan di sisi takhta Allah. Dengan demikian orang kaya akan memperoleh kemenangan hidup rohani, sebagaimana seorang penatalayan yang setia dari harta Tuhan. Manuscript 22, 1898.
Penderitaan – Satu Sarana
Penyempurnaan Tabiat.
Kata-kata Juruselamat mengandung
kata penghiburan juga bagi mereka yang sedang menderita kesengsaraan atau
belasungkawa. Kesusahan kita tidak meloncat keluar dari dalam tanah. Allah
“tidak rela menyusahkan atau mendukakan anak manusia.” Bilamana Dia mengijinkan
pencobaan dan penderitaan, itu “adalah untuk keberuntungan kita agar kita
mengambil bagian dalam kesucianNya.” Jika diterima dalam iman, pencobaan yang
nampaknya begitu pahit dan berat dipikul, akin menjadi satu berkat. Pukulan
kejam yang merusak kegembiraan dunia akan menjadi sarana mengarahkan pandangan
kita ke sorga. Berapa banyak orang berada disana yang tidak pernah mengenal
Yesus kalau bukan kesusahan yang menuntun mereka untuk mencari hiburan dalam
Dia.
Pencobaan
hidup adalah usaha Allah untuk membuang keonaran dan kekasaran dari tabiat
kita. Penebangan, pengkotakan, pemahatan, pembakaran dan penggosokan,
masing-masing adalah satu proses yang menyakitkan; susah memasukkannya ke bawah
roda panggilan. Tetapi sebagian batu sudah dipersiapkan untuk mengisi tempat
dalam kaabah sorgawi. Guru memberikan pekerjaan yang sama dengan hati-hati
bukan pada bahan yang tidak berguna. Hanya batu-batu berharga milikNya yang
dipoles sesuai dengan contoh dari istana.
Allah
bekerja bagi semua orang yang menaruh percaya padaNya. Kemenangan yang gemilang
akan diperoleh orang-orang yang setia. Pelajaran-pelajaran yang gemilang akan
dipelajari. Pengalaman-pengalaman yang gemilang akan disadari. MB 23, 24.
Penderitaan
dan Malapetaka Bukanlah Petunjuk bahwa Allah itu Tidak Suka.
“Waktu Yesus sedang lewat, ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-muridNya bertanya kepadanya: ‘Rabi, siapakah yang berbuat dosa, sehigga ia dilahirkan buta?’ jawab Yesus, ‘Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan dalam dia’.”
“Waktu Yesus sedang lewat, ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-muridNya bertanya kepadanya: ‘Rabi, siapakah yang berbuat dosa, sehigga ia dilahirkan buta?’ jawab Yesus, ‘Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan dalam dia’.”
Umumnya
orang Yahudi percaya bahwa dosa dihukum dalam kehidupan ini. Setiap penderitaan
adalah hukuman kesalahan, apakah dari penderita itu sendiri atau orang tuanya.
Benar bahwa semua penderitaan adalah akibat pelanggaran hukum Allah, tetapi
kebenaran ini terbalik. Setan, asal mula dosa dan semua akibatnya, telah
menuntun manusia untuk menganggap penyakit dan kematian berasal dari Allah
- satu hukuman yang sewenang-wenang
dibebankan karena dosa. Sebab itu, seorang yang sudah menderita kesusahan atau
malapetaka, dia menerima beban tambahan karena dianggap dosanya besar….
Allah
memberikan satu pelajaran yang dibuat untuk mencegah hal ini. Sejarah Ayub
telah menunjukkan bahwa penderitaan diberikan oleh Setan dan ditolak oleh Allah
demi kemurahan. Tetapi orang Israel tidak mengerti pelajaran itu. Kesalahan
yang sama untuk mana Allah telah menegor teman-teman Ayub, diulangi oleh orang
Yahudi dalam penolakan mereka terhadap Kristus.
Kepercayaan
orang Yahudi tentang hubungan dosa dengan penderitaan, itu dipegang oleh
murid-murid Kristus. Sementara Yesus membetulkan kesalahan mereka, Dia tidak
menerangkan penyebab penderitaan manusia, tetapi mengatakan pada mereka apa
yang akan terjadi sebagai akibatnya. Oleh karena itu pekerjaan Allah
dinyatakan. “Selama Aku berada dalam dunia,” kataNya, “Aku adalah terang
dunia.” Kemudian setelah menjamah mata orang itu, Dia menyuruh dia ke kolam
Siloam dan penglihatan orang itu dikembalikan. Dengan demikian Yesus menjawab
pertanyaan murid-murid itu dengan cara praktis, sebagimanan biasanya Dia
menjawab pertanyaan yang diajukan kepadaNya dengan rasa ingin tahu. Murid-murid
tidak diarahkan kepada perbincangan tentang siapa yang melakukan dosa dan siapa
yang tidak, tetapi memahami kuasa dan kemurahan Allah dalam mengembalikan
penglihatan kepada orang buta itu. DA
470, 471.
Kristus Dilihat dan Didengar melalui Kita.
Allah merencanakan agar orang sakit, yang malang, yang dirasuk Setan, akan mendengar suaraNya melalui kita. Melalui perantaraan manusia, Dia ingin menjadi seorang penasihat, seperti yang belum pernha dilihat oleh manusia sebelumnya. SuaraNya akan dikumandangkan oleh para pengikutNya: “Janganlah diberi hatimu terharu, kamu percaya kepada Allah, percaya jugalah kepadaKu.”
Allah merencanakan agar orang sakit, yang malang, yang dirasuk Setan, akan mendengar suaraNya melalui kita. Melalui perantaraan manusia, Dia ingin menjadi seorang penasihat, seperti yang belum pernha dilihat oleh manusia sebelumnya. SuaraNya akan dikumandangkan oleh para pengikutNya: “Janganlah diberi hatimu terharu, kamu percaya kepada Allah, percaya jugalah kepadaKu.”
Tuhan
akan bekerja melalui setiap jiwa yang berserah untuk dipekerjakan, bukan hanya
untuk berkhotbah, tetapi untuk melayani yang gelisah dan mengilhamkan
pengharapan dalam hati yang putus harap dan melayani yang ragu-ragu. Kita harus
melaksanakan bagian kita dalam membebaskan dan memperhalus penderitaan hidup
ini. Penderitaan dan rahasia hidup ini adalah berkabut dan gelap sebagaimana
ribuan tahun yang lalu. Ada sesuatu yang dapat kita lakukan: “Bangkitlah,
pancarkanlah terangmu, karena terangmu sudah datang, dan kemuliaan Tuhan
bersinar atasmu.” Ada yang berkekurangan
dekat kita, para penderita ada di sekitar kita. Kita harus mencoba menolong
mereka. Dengan kemurahan Kristus, mata
air yang tertutup bagi pekerjaan yang mirip pekerjaan Kristus yang
sungguh-sungguh dan harus dibuka. Dalam kekuatan Dia yang memiliki segala
kekuatan, kita bekerja seperti belum pernah sebelumnya. – Manuscript 65b, 1898.
Pasal Dua
Keprihatinan Kristus Untuk Penderitaan Umat Manusia
Kristus Sendiri Menderita Karena
Penderitaan Umat Manusia.
Kristus memperkenalkan minatNya pada umat manusia yang sedang menderita. Dia memarahi bangsa-Nya sendiri karena perlakuan yang salah terhadap sesama manusia. Mengabaikan atau perlakuan kejam terhadap orang yang paling lemah, orang-orang percaya yang paling banyak bersalah sebagaimana diberikan pada DiriNya. Perbuatan baik yang ditunjukkanNya dikreditkan sebagaimana diberikan pada DiriNya. Dia tidak meninggalkan kita dalam kegelapan tentang tugas kita, tetapi sering mengulangi pelajaran yang sama melalui bentuk dan terang yang berbeda. Dia membawa para pemain maju ke depan sampai tiba di hari besar yang terakhir, dan mengumumkan bahwa perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudaraNya yang terkecil diakui atau dipersalahkan seakan-akan untuk diriNya. Dia katakan, “Kamu melakukannya bagiKu” atau “Kamu melakukannya bukan untuk diriKu.”
Kristus memperkenalkan minatNya pada umat manusia yang sedang menderita. Dia memarahi bangsa-Nya sendiri karena perlakuan yang salah terhadap sesama manusia. Mengabaikan atau perlakuan kejam terhadap orang yang paling lemah, orang-orang percaya yang paling banyak bersalah sebagaimana diberikan pada DiriNya. Perbuatan baik yang ditunjukkanNya dikreditkan sebagaimana diberikan pada DiriNya. Dia tidak meninggalkan kita dalam kegelapan tentang tugas kita, tetapi sering mengulangi pelajaran yang sama melalui bentuk dan terang yang berbeda. Dia membawa para pemain maju ke depan sampai tiba di hari besar yang terakhir, dan mengumumkan bahwa perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudaraNya yang terkecil diakui atau dipersalahkan seakan-akan untuk diriNya. Dia katakan, “Kamu melakukannya bagiKu” atau “Kamu melakukannya bukan untuk diriKu.”
Dia adalah pengganti kita yang pasti, Dia berdiri di tempat umat manusia, agar Dia sendiri terpengaruh seperti pengikutNya yang paling lemah dipengaruhi. Begitulah keprihatinan Kristus, yang tidak pernah mengizinkan Dia menjadi penonton yang acuh tak acuh terhadap penderitaan apapun dari anak-anakNya. Luka yang paling kecil yang disebabkan oleh kata, sikap dan tindakan yang tidak menyentuh hatiNya, Dia yang telah menyerahkan nyawaNya bagi umat manusia berdosa. Mari kita ingat bahwa Kristus adalah jantung besar dari mana darah mengalir kepada setiap organ dalam tubuh. Dialah kepala darimana tersambung setiap urat syaraf mencapai bagian tubuh yang terjauh dan terkecil. Jika satu anggota tubuh itu dengan mana Kristus tersambung secara rahasia, kalau itu menderita, debar rasa sakit dirasakan oleh Juruselamat kita.
Apakah
jemaat tergerak? Apakah para anggotanya merasa simpati bersama Kristus, agar
mereka memiliki kelemah-lembutanNya bagi semua domba dan anak domba kawananNya?
Demi mereka, Keagungan sorga membuat Dia tidak bereputasi, bagi mereka Dia
datang ke satu dunia yang semuanya rusak dan terbakar dengan kutuk, Dia berusaha
keras siang dan malam memberikan pengajaran, mengangkat, membawa kegembiraan
kekal kepada yang tidak menurut. Demi mereka Dia menjadi miskin, agar melalui
kemurahanNya mereka menjadi kaya. Bagi mereka Dia menyangkal diriNya; bagi
mereka Dia mengalami pengasingan, caci maki, penderitaan dan kematian. Bagi
mereka, dia mengambil rupa seorang hamba. Inilah teladan kita; apakah kita
meniruNya? Apakah kita peduli tentang warisan Allah? Apakah kita menghargai
rasa simpati yang lembut bagi yang bersalah, yang tergoda dan yang terkena
pencobaan? Letter 45, 1884.
Terjamah Dengan Perasaan Akan Kelemahan
Kita.
Kristus, pengganti kita yang pasti, adalah seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. HidupNya sebagai manusia adalah penderitaan tegang yang berkepanjangan demi warisan yang harus Ia tebus dengan harga yang tak terhitung. Dia tersentuh dengan perasaan kelemahan kita. Dalam memperhitungkan nilai, Dia menempatkan pada pembelian darahNya, Dia mengangkat mereka sebagai anak-anakNya, menempatkan mereka pada target pemeliharaanNya, dan agar mereka pada beroleh persediaan akan kebutuhan badani dan rohani, Dia memasukkan mereka ke dalam gerejaNya, kataNya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku.” Matius 25:40. Manuscript 40, 1899.
Kristus, pengganti kita yang pasti, adalah seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. HidupNya sebagai manusia adalah penderitaan tegang yang berkepanjangan demi warisan yang harus Ia tebus dengan harga yang tak terhitung. Dia tersentuh dengan perasaan kelemahan kita. Dalam memperhitungkan nilai, Dia menempatkan pada pembelian darahNya, Dia mengangkat mereka sebagai anak-anakNya, menempatkan mereka pada target pemeliharaanNya, dan agar mereka pada beroleh persediaan akan kebutuhan badani dan rohani, Dia memasukkan mereka ke dalam gerejaNya, kataNya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku.” Matius 25:40. Manuscript 40, 1899.
Kristus Telah Datang Untuk Membebaskan
Manusia dari Penderitaan.
Dunia ini adalah satu perkampungan kusta yang sangat luas, tetapi Kristus telah datang untuk menyembuhkan penyakit, memproklamirkan kebebasan dari perhambaan Setan. Dia sendirilah kesehatan dan kekuatan. Dia memberikan hidupNya kepada orang sakit, yang teraniaya, yang dirusak Setan. Dia tidak menolak yang datang kepadaNya untuk menerima kuasa kesembuhan. Dia tahu bahwa mereka yang memohon pertolongan dari Dia telah membawa penyakit bagi diri mereka sendiri; namun Dia tidak menolak untuk menyembuhkan mereka. Dan ketika keberuntungan dari Kristus memasuki jiwa-jiwa yang malang ini, mereka dihukum dosa dan banyak yang disembuhkan dari penyakit rohani bagitu juga dari penyakit jasmani, injil masih memiliki kuasa yang sama, mengapa kita tidak saksikan hari ini hasil dari keduanya?
Dunia ini adalah satu perkampungan kusta yang sangat luas, tetapi Kristus telah datang untuk menyembuhkan penyakit, memproklamirkan kebebasan dari perhambaan Setan. Dia sendirilah kesehatan dan kekuatan. Dia memberikan hidupNya kepada orang sakit, yang teraniaya, yang dirusak Setan. Dia tidak menolak yang datang kepadaNya untuk menerima kuasa kesembuhan. Dia tahu bahwa mereka yang memohon pertolongan dari Dia telah membawa penyakit bagi diri mereka sendiri; namun Dia tidak menolak untuk menyembuhkan mereka. Dan ketika keberuntungan dari Kristus memasuki jiwa-jiwa yang malang ini, mereka dihukum dosa dan banyak yang disembuhkan dari penyakit rohani bagitu juga dari penyakit jasmani, injil masih memiliki kuasa yang sama, mengapa kita tidak saksikan hari ini hasil dari keduanya?
Kristus
merasakan kesengsaraan setiap penderita. Apabila roh-roh jahat merobek kerangka
manusia, Kristus merasakan kutukan itu.
Bilamana demam sedang membakar arus hidup, Dia merasakan
penderitaanNya. Sama kemauannya orang
sakit sekarang sebagaimana dia di dunia secara pribadi. Hamba-hamba Kristus adalah para wakilNya,
saluran untuk pekerjaanNya. Melalui
mereka Dia ingin menyalurkan kuasa penyembuhanNya. DA 823, 824. Kristus sendiri
telah berpengalaman dalam semua dukacita dan penggodaan yang menimpa umat
manusia. Tidak pernah seorang perempuan lain dilahirkan begitu kejam diserang
penggodaan; Tidak pernah seorang perempuan lain memikul beban yang begitu berat
dari dosa dan rasa sakit. Tidak pernah satu orang lain yang rasa simpatinya
begitu luas dan begitu lembut. Seorang yang membagikan pengalaman kemanusiaan,
Dia dapat merasakan bukan hanya untuk, tetapi dengan, setiap orang yang tergoda
dan bergumul. Ed. 78
Kristus Menjangkau Yang Kaya Sama-sama Dengan Yang Miskin.
Kristus mengambil posisi setara dengan orang miskin, agar melalui kemiskinanNya kita boleh menjadi kaya dalam keindahan tabiat, dan sebagaimana Dia, menikmati hidup selamanya. Dengan menjadi miskin, Dia dapat merasa simpati dengan orang miskin. KemanusiaanNya dapat menyentuh kemanusiaan mereka dan menolong mereka untuk memperoleh kesempurnaan dari kebiasaan-kebiasaan yang benar dan tabiat yang mulia. Dia dapat mengajar mereka untuk mengumpulkan harta yang tak akan binasa di sorga, Dia menjadi satu dengan kemanusiaan, mengambil bagian dari penderitaan mereka dan kesusahan mereka, agar melalui pernyataan tabiatNya dalam kemurniannya yang tidak bercela, mereka dapat mengambil bagian dari kodrat Ilahi, luput dari pencemaran di dunia melalui nafsu. Dan Kristus dengan satu kegembiraan kepada orang kaya, karena Dia dapat mengajar mereka bagaimana mempersembahkan harta dunia miliknya untuk menolong menyelamatkan jiwa-jiwa yang sedang binasa dalam kegelapan yang salah. Letter 150,1889.
Kristus mengambil posisi setara dengan orang miskin, agar melalui kemiskinanNya kita boleh menjadi kaya dalam keindahan tabiat, dan sebagaimana Dia, menikmati hidup selamanya. Dengan menjadi miskin, Dia dapat merasa simpati dengan orang miskin. KemanusiaanNya dapat menyentuh kemanusiaan mereka dan menolong mereka untuk memperoleh kesempurnaan dari kebiasaan-kebiasaan yang benar dan tabiat yang mulia. Dia dapat mengajar mereka untuk mengumpulkan harta yang tak akan binasa di sorga, Dia menjadi satu dengan kemanusiaan, mengambil bagian dari penderitaan mereka dan kesusahan mereka, agar melalui pernyataan tabiatNya dalam kemurniannya yang tidak bercela, mereka dapat mengambil bagian dari kodrat Ilahi, luput dari pencemaran di dunia melalui nafsu. Dan Kristus dengan satu kegembiraan kepada orang kaya, karena Dia dapat mengajar mereka bagaimana mempersembahkan harta dunia miliknya untuk menolong menyelamatkan jiwa-jiwa yang sedang binasa dalam kegelapan yang salah. Letter 150,1889.
Bangunlah Rasa Haru dan Rasa Simpati Seperti Kristus.
Rasa simpati yang lembut dari Juruselamat kita ditimbulkan untuk umat manusia yang sudah jatuh dan sedang menderita. Kalau engkau mau menjadi pengikutNya, engkau harus memupuk rasa haru dan rasa simpati. Rasa tidak peduli kepada penderitaan manusia harus diganti dengan minat dalam penderitaan orang lain. Janda, yatim-piatu, orang sakit dan yang sekarat akan selalu membutuhkan pertolongan. Di sinilah kesempatan untuk menyiarkan Injil ---- meninggikan Yesus, pengharapan dan penghiburan semua manusia. Apabila tubuh yang menderita dibebaskan, dan Anda telah menunjukkan minat yang hidup - hidup dalam orang yang tertimpa derita, hati terbuka, dan Anda dapat mencurahkan balsam sorga. Jikalau Anda sedang memandang kepada Yesus, dan menarik dari padaNya pengetahuan, kekuatan dan kemurahan, Anda dapat membagikan penghiburanNya kepada orang lain, karena Penghibur itu menyertai Anda. MM, January 1891.
berlanjut ke Bagian II...
Rasa simpati yang lembut dari Juruselamat kita ditimbulkan untuk umat manusia yang sudah jatuh dan sedang menderita. Kalau engkau mau menjadi pengikutNya, engkau harus memupuk rasa haru dan rasa simpati. Rasa tidak peduli kepada penderitaan manusia harus diganti dengan minat dalam penderitaan orang lain. Janda, yatim-piatu, orang sakit dan yang sekarat akan selalu membutuhkan pertolongan. Di sinilah kesempatan untuk menyiarkan Injil ---- meninggikan Yesus, pengharapan dan penghiburan semua manusia. Apabila tubuh yang menderita dibebaskan, dan Anda telah menunjukkan minat yang hidup - hidup dalam orang yang tertimpa derita, hati terbuka, dan Anda dapat mencurahkan balsam sorga. Jikalau Anda sedang memandang kepada Yesus, dan menarik dari padaNya pengetahuan, kekuatan dan kemurahan, Anda dapat membagikan penghiburanNya kepada orang lain, karena Penghibur itu menyertai Anda. MM, January 1891.
berlanjut ke Bagian II...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar